Reuni Dukun Zombi dan @r_hakim
Reuni Dukun Zombi dan @r_hakim

Satu hari sebelum taping Podluck Podcast edisi Virgo bersama Rukmunal Hakim, setengah random, saya mampir ke Kiputih Satu, Bandung. Katanya di sana sedang berlangsung Gesut, perayaan silk screen di atas kertas yang sedang dirintis oleh teman baik saya itu.

 

Saat melihat “Kembang”, karya terbaru Hakim untuk Gesut, entah mengapa saya langsung tertarik.

 

“Kim, besok kita bahas ini aja, ya.”

 

“Boleh.”

 

***

 

Hingga hari itu, ketika saya mampir ke Kiputih Satu, Hakim belum mengabari karya apa yang akan dia bawa untuk merespons mitologi Virgo. Padahal esoknya adalah hari taping. Saya tenang-tenang saja. Saya yakin kami pasti akan menemukan sesuatu yang menarik untuk dibahas. Sejak awal, pertemanan kami dimulai dengan keyakinan dan rasa percaya.

 

Enam tahun yang lalu, saya–yang belum mengenal, bahkan belum tahu Hakim sebelumnya–tiba-tiba saja menumpang mobil Hakim ke Jakarta untuk menghadiri acara Kopikeliling. Hakim–yang juga belum mengenal saya–menyambut dengan santai. Tiba-tiba kami berangkat ke Jakarta bersama-sama.

 

Namun, Hakim lekas tak terasa asing. Sepanjang perjalanan Bandung-Jakarta, percakapan kami mengalir hangat dan natural seperti teman lama. Kami membahas kehidupan kami masing-masing; keluarga, keyakinan, kekecewaan, ketakutan, masa lalu, dan mimpi-mimpi kami tanpa banyak batas. Meskipun setelah acara Kopikeliling ia bukan orang yang saya cari ketika butuh teman curhat–begitu pula sebaliknya–saya selalu yakin ia teman yang baik.


 Kolaborasi Zodiak Gembira dan Hakim dahulu kala.


Di kemudian hari, tiba-tiba saja kami berkolaborasi untuk proyek-proyek Zodiak Gembira. Mulai dari Zodiak Gembira dengan artwork sampai artikel bulanan di Things! Magazine. Kolaborasi yang terjadi mengalir seperti sungai dan berhadiah kejutan-kejutan. Tidak dikejar target apa-apa, tetapi berjalan lancar dengan keyakinan dan percaya.

 

Tak ada beban dan hard feeling ketika kami memutuskan “berpisah jalan” untuk waktu yang tak ditentukan. Apa pun yang terjadi, hingga saat ini, bagi saya Hakim tetaplah seorang teman baik yang saya lihat dengan yakin dan percaya.

 

***

 

Pada Minggu pagi, 16 September 2018, Hakim datang ke rumah saya membawa setumpuk karya yang harus dikemas dan ditandatangani. Waktu kami tidak banyak. Hakim harus segera berangkat ke Jakarta, sementara saya harus segera berangkat ke Bandung Creative Hub.

 

Di waktu yang singkat itu, sambil sibuk dengan pekerjaan masing-masing, kami merapel cerita-cerita yang luput kami bagi akhir-akhir ini. Mulai dari pekerjaan, mimpi-mimpi, prioritas, kehidupan sehari-hari, sampai keluarga. Waktu dan pengalaman membuat kami bertumbuh dan berubah, tapi bagi saya, Hakim tak pernah terasa asing. Seperti sejak pertama bercakap, obrolan kami mengalir hangat dan natural tanpa batas-batas.

 

“Kalau lihat Zodiak Gembira, gue inget satu utang,” kata Hakim.

 

“Utang apa?” tanya saya.

 

“Kita punya rencana pameran sama bikin buku.”

 

“Oh iya, ya hahaha. Ya udah, santai aja. Mungkin memang harus nggak direncanain, Kim. Biasanya, yang nggak kita rencanain malah jadi.”


Di dalam studio, percakapan mengalir effortlessly. Kami membahas Gesut, mitologi, sosok perempuan yang kerap muncul dalam ilustrasi-ilustrasi Hakim, bagaimana Hakim melihat sosok perempuan, dan kisah mitologi Virgo yang tragis.

 

Di tengah-tengah pembahasan, kami menyadari sesuatu. Entah bagaimana, tanpa sengaja dan tak disangka-sangka, “Kembang” yang digambar Hakim ternyata merepresentasikan mitologi Virgo secara indah dan mendalam. Kejutan! Sesuatu yang selalu saya dapatkan karena yakin dan percaya kepada Hakim.

 

Membahas Gesut, mitologi, dan "Kembang", yang tanpa diduga merepresentasikan Virgo.


Demeter, sang dewi kesuburan, dikawini secara paksa oleh Zeus. Demi ambisinya, Zeus tega membunuh Jason sang petani, manusia fana yang dicintai Demeter. Perkawinan Zeus dan Demeter membuahkan Persephone, yang kemudian tumbuh menjadi perawan jelita.

 

Hades, sang penguasa dunia bawah, bernafsu melihat Persephone. Dengan semena-mena ia menculik dan mengawini keponakannya itu.

 

Demeter dirundung lara. Zeus tak mau menolongnya menyelamatkan Persephone, sampai Demeter yang frustrasi memusnahkan kesuburan dari muka bumi.

 

“Zeus baru mau nolong ketika itu berhubungan sama pride­­-nya. Kalau bumi nggak subur kan Zeus yang kelihatan jelek di mata manusia,” komentar Hakim.            

 

Bagi Hakim, kisah ini tragis. Segalanya direnggut dari perempuan. Mereka tak diperkenankan memiliki apa-apa, termasuk sekadar sudut pandang.

 

Segala yang direnggut dari perempuan dalam kisah Persephone dan Demeter adalah permulaan adanya musim gugur. Kembang-kembang yang berguguran mengubur wajah dan definisi perempuan di karya Hakim.

 

Seusai taping, Hakim menyelesaikan pekerjaannya sedikit lagi, kemudian langsung pamit. Karena lupa berfoto di studio taping, kami selfie sebentar di depan rumah.

 

Setelah hari itu, seperti sebelum-sebelumnya, kami pasti tak akan saling mencari lagi. Hakim bukan orang yang saya cari ketika saya butuh curhat, demikian pula sebaliknya. Kami akan bertumbuh sendiri-sendiri dan kembali kepada hidup masing-masing.

 

Kendati begitu, entah mengapa, saya selalu yakin dan percaya, ia tak akan pernah menjadi asing.

 

Zombi datang, semua senang,

Dukun Zombi


Simak obrolan Hakim dan dukun Zombi di sini.


Rukmunal Hakim (@r_hakim)

Rukmunal Hakim, Solar Sagitarius–Virgo Rising. Seorang ilustrator yang berdomisili di Bandung-Jakarta. Merupakan host dari channel Podluck Podcast, penggagas perayaan Silk Screen Gesut, dan suami serta ayah yang penuh kasih. Manusia, tato, binatang, dan tanaman, adalah subyek ekspresi favoritnya. Meskipun terlahir buta warna, Hakim kerap mencoba membuat karya dengan pensil warna dan cat air. Hakim adalah partner kolaborasi pertama dan terlama @zodiakgembira. Kunjungi Hakim di @r_hakim atau https://www.behance.net/RukmunalHakim. Temukan informasi seputar Gesut di akun IG @gesut.bandung.

02 Oktober 2018
Dilihat sebanyak
60 Kali
Lainnya...
Maradita dan Mae: Jika Dua Singa Betina Hadir di Satu Segmen
Maradita dan Mae: Jika Dua Singa Betina Hadir di Satu Segmen
Di Dalam Brankas Mufti Priyanka a.k.a Amenkcoy
Di Dalam Brankas Mufti Priyanka a.k.a Amenkcoy
Dioscuri hasil karya Yohan Alexander
Sayap Kalong dan Sayap Malaikat di Punggung @Yohan.Alexander
 1 2345     >>>
Pabrikultur © 2015