film
04 Februari 2018
CINTA DI TENGAH LOGIKA KEKERASAN
CINTA DI TENGAH LOGIKA KEKERASAN
Film DILAN 1990 mengisi kekosongan ikon remaja di perfilman Indonesia, ulas Ivann Makhsara
gaya hidup
03 Februari 2018
MENDUGA-DUGA FENOMENA KEBAHASAAN 1970-AN
Menduga-duga Fenomena Kebahasaan 1970-an
Komunitas sastra Akarpohon adalah kelompok yang telah lama bergiat di wilayah literasi dan sastra di Lombok. Salah satunya, acara rutin Diskusi Karya. Pada awal 2018 lalu, mereka mengubah materi tak membatasi hanya membedah karya sesama sastrawan di Lombok, tapi juga karya-karya yang pernah terbit di era sebelum mereka. Ilda Karwayu, aktivis dan penyair yang tumbuh di lingkar Akarpohon menuliskan laporan ringkasnya tentang diskusi itu.
film
28 Januari 2018
IBU DAN KEKERASAN DALAM FILM KITA, Catatan untuk Film Indonesia 2017 (Bagian 1)
IBU DAN KEKERASAN DALAM FILM KITA, Catatan untuk Film Indonesia 2017 (Bagian 1)
Sosok Ibu dalam film-film Indonesia sering jadi pengukuhan atas ideologisasi bayangan ideal perempuan untuk mendukung kepentingan kekuasaan tertentu. Empat film pada 2017 dicatat Hikmat Darmawan sebagai penanda goyahnya mitos Ibu yang telah lama mengakar dalam masyarakat kita.
film
09 Januari 2018
CATATAN 2017: MARLINA, DAN KAUM YANG MENUNTASKAN PEKERJAAN
CATATAN 2017: MARLINA, DAN KAUM YANG MENUNTASKAN PEKERJAAN
Salah satu film Indonesia terbaik 2017 adalah MARLINA: SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK. Film ini banyak diulas, juga dicereweti. Cerpenis dan jurnalis Feby Indirani menulis segi yang banyak luput dari berbagai ulasan itu.
film
10 Januari 2018
CATATAN 2017: YANG TERSISA DARI TURAH
YANG TERSISA DARI TURAH
Majalah PABRIKULTUR kembali merutinkan artikel-artikel tentang film, buku, dan berbagai aspek budaya yang terjadi di Indonesia. Awal 2018 dibuka dengan ulasan pendek Anastha Eka (diterbitkan pertama kali di blog anasthaeka.wordpress.com) atas film TURAH, salah satu film terbaik Indonesia pada 2016-2017. Undang TURAH di komunitas film Anda, selami kemiskinan yang bukan hanya getir, tapi juga rumit.
film
10 April 2017
Setumpuk Pekerjaan Rumah Untuk Hanung Bramantyo, Catatan Dari Kartini (2017)
Setumpuk Pekerjaan Rumah Untuk Hanung Bramantyo, Catatan Dari Kartini (2017)
Sejujurnya, bukan kesalahan Hanung, melainkan kesalahan saya karena setuju untuk menyaksikan film ini. Saya tidak familiar dengan karya-karya Hanung, namun karya-karyanya yang selalu identik dengan genre drama populer bukan tipe film favorit saya.
film
11 Februari 2017
SOLO SOLITUDE, and a collective anxiety of a nation
SOLO SOLITUDE, and a collective anxiety of a nation
Asmayani Kusrini menonton film ISTIRAHATLAH KATA-KATA (SOLO SOLITUDE) di Rotterdam bersama Bakul Kultur, dan tersengat, gemas, lalu menulis esai ini --setelah sekian lama tak menulis kritik film.
film
20 Desember 2016
Cinta, di Antara Transaksi dan Iman
Cinta, di Antara Transaksi dan Iman
Salah satu film Indonesia terbaik 2016 diproduksi secara independen. ZIARAH, film panjang pertama BW Purba Negara, yang telah dikenal lewat film-film pendeknya, menutur sebuah pencarian makam yang juga mengungkap kisah masa silam negara kita. Pengulas muda Yulaika Ramadhani, menyelami segi-segi cinta dalam film yang puitis dan nyaris seluruhnya dalam bahasa Jawa ini.
film
12 Desember 2016
An Impossibly Realistic Dream-world
Satu lagi ulasan dari penulis muda, Hatta B. Sasono, yang tinggal di London. Hatta beruntung menonton KIMI NO NA WA (YOUR NAME) dan berjumpa dengan animatornya, Makoto Shinkai. Anime panjang ini jadi salah satu film terlaris Jepang 2016, dan dianggap salah satu masterpiece teranyar dari dunia anime.
film
21 November 2016
Mengenal Wiji Thukul, Merawat Sebuah Ingatan
Mengenal Wiji Thukul, Merawat Sebuah Ingatan
Film yang merawat ingatan, tentang seorang yang hilang (atau dihilangkan paksa) hingga kini di masa jelang keruntuhan rezim Soeharto. Penyair Wiji Thukul hadir sebagai manusia di film ini, kata ulasan ini. Sang pengulas, Anastha Eka, menempatkan diri sebagai generasi yang tak lagi mengenal Wiji kecuali dalam serpihan-serpihan sejarah tak lengkap. Film karya Anggi Noen ini membantunya memandang sang penyair yang masih jadi orang hilang.
buku
14 November 2016
Semesta Harry Potter, 19 Tahun Kemudian
Semesta Harry Potter, 19 Tahun Kemudian
Saga Harry Potter telah tuntas, tapi semesta ceritanya terus berkembang. Sembilan belas tahun setelah akhir cerita fenomenal itu berakhir, dunia Harry Potter harus menghadapi masalah baru --dan anak-anaknya, generasi baru di Hogwarts, terlibat. Ekky Imanjaya mengulas di sela kesibukannya sebagai kandidat S3 di Inggris.
 1 2345     >>>
Pabrikultur © 2015