
Oleh SUNDEA
Hai Zodiak Gembira,
Perkenalkan, aku Nita, seorang Geminian yang introver. Sebagai seorang
Gemini, ada perasaan ingin selalu tampil memukau di depan publik. Namun, di
sisi lain, aku kerap dilingkupi perasaan malu dan tidak percaya diri sehingga
lebih memilih menyepi. Bagaimana menghadapi persoalan ini? Terima kasih ya,
sebelumnya.
– @heynits
***
Pertanyaan dari
pendengar Podluck Podcast segmen Zodiak Gembira itu sangat tepat jika dijawab
langsung oleh Yohan Alexander sendiri. Yohan adalah #TemanSenimanBertindak
edisi Gemini. Mungkin Yohan dan Nita ada miripnya. Rumah pertama di Virgo
membuat Yohan cenderung menghindari spotlight
sementara bulan di Scorpio membuatnya menjadi observer yang hati-hati.
Chart zodiak Yohan Alexander, si Gemini dengan rumah pertama di Virgo.
Namun, matahari
di Gemini menghadiahi (atau justru mengutuk?) Yohan dengan “tarik tambang
batin” sepanjang hidupnya. Ia berada di antara sifat pemalu dan ingin tampil
yang datang berganti-gantian. Ia punya sudut pandang lain terhadap tokoh-tokoh
antagonis. Sering disebut plinplan, padahal menurut Yohan bukan plinplan juga.
Di sesi gaya
bebas foto keluarga, Yohan yang pemalu dan hati-hati ini pun bisa tiba-tiba meraih
dan melempar bantal dekorasi sebebas-bebasnya hingga menutupi wajah handai
taulan. “Malah, sekali waktu, gua kepikir pengin ngerebut mempelai wanitanya.
Kan gaya bebas,” cetus Yohan sambil terkekeh.
Di mitologi
Yunani kita mengenal sepasang saudara: Castor dan Pollux. Castor fana dan Pollux abadi. Ibu mereka
sama, tetapi ayah mereka berbeda. Castor lahir dari suami sah sang ibu
sementara Pollux adalah hasil main gila Dewa Zeus. Kendati begitu, Castor dan
Pollux tidak terpisah. Keduanya bahkan kerap dipanggil dengan satu nama:
Dioscuri.

“Di karya lu
cuma ada gambar satu sosok. Itu Castor atau Pollux?” tanya saya kepada Yohan.
“Gua mencoba
menghayati menjadi Dioscuri,” sahut Yohan.
Dengan segera
Yohan menemukan benang merah antara dirinya dan Dioscuri. Hal-hal rohani dan
duniawi tarik-menarik memengaruhi pilihan dan cara berpikirnya. Ia teguh
memegang iman, tetapi di sisi lain bisa berpihak pada hal-hal yang sangat
duniawi. Itu sebabnya karyanya diberi tajuk “Melawan Gravitasi”.
“Di gambar gua, satunya
sayap kalong, satunya lagi sayap malaikat. Tangannya, satu berusaha menggapai ke
atas, satunya diborgol,” Yohan bercerita mengenai karyanya.
Jika apa yang
dialami Nita sama sekali tidak asing untuk Yohan, bagaimana sebaiknya Nita
menghadapi persoalan tersebut? Bisa didengar di Podluck
Podcast edisi Gemini. ;)
Sesungguhnya taping hari itu berada di antara jelas
dan tidak, terencana dan spontan, teratur dan berantakan. Yohan dan saya sempat mengobrol melantur ke
mana-mana (two Geminians, what do you expect?) sehingga kami terpaksa mengulang rekaman. Masalahnya, ketika rekaman pertama diputar ulang, kami pun tidak memahami apa yang kami
obrolkan. :p
Taping selesai pukul dua belas malam dan kami teler sekali. Tetapi
Yohan berhasil mencetuskan punchline yang
paling pas, “Embrace the chaos, baby!”
Sapardi Djoko
Damono pernah berkata, “Yang fana adalah waktu, kita abadi.”
Padahal, yang fana
adalah Castor, Bagelen
Abadi.
Sekian.
Zombi datang, semua senang
Kupingi obrolan Dukun Zombi dan Yohan seputar Gemini di segmen Zodiak Gembira Podluck Podcast. Follow Yohan di @Yohan.Alexander dan sambangi kantornya di Kidalang.com. Follow juga Zombi di @zodiakgembira.
2738 Kali





